SISTEM KERJA CLOUD COMPUTING
Definisi
Komputasi awan
(bahasa Inggris: cloud computing) adalah
gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis Internet
(awan). Awan (cloud) adalah bentuk metafora dari Internet, sebagaimana
awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan
(cloud) dalam Cloud Computing juga
merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks
yang disembunyikannya. Ia adalah suatu
metoda komputasi di mana kapabilitas
terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (di dalam awan) tanpa mengetahui apa yang ada
didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap
infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing, "Cloud
Computing” adalah suatu paradigma di mana informasi secara
permanen tersimpan di server
di internet dan tersimpan secara
sementara di komputer
pengguna (client) termasuk di
dalamnya
adalah
desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, hand-held, sensor-sensor,
monitor dan lain-lain.
Komputasi awan
adalah suatu konsep umum yang
mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru
lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang
diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak
dan data yang tersimpan di
server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru,
dan contoh bentuk
pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud, yang diterbitkan oleh Apple, Inc.
Pada tahun 50-an, Cloud Computing memiliki konsep yang
mendasar. Ketika
komputer mainframe yang
tersedia dalam skala yang besar dalam dunia
pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat
digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak
memiliki kapasitas pemrosesan
internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif
mahal menjadi efisien maka mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU.
Hal ini dapat menghilangkan periode tidak aktif
pada "mainframe", memungkinkan untuk kembali pada investasi.
Hinga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJE remote proses Entry Home Job yang berkaitan besar
dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun 60-an, John McCarthy berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur
sebagai utilitas publik.” Di
buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility
menunjukkan perbandingan industri listrik
dan penggunaan pada listrik di masyarakat umum dan pemerintahan
dalam penyediaan cloud computing. Ketika Ilmuan Herb Grosch mendalilkan
bahwa seluruh dunia akan beroperasi
pada terminal bodah
didukung oleh sekitar 15 pusat
data yang besar.
Karena komputer ini sangat canggih,
banyak perusahaan
dan entitas
lain
menyediakan sendiri kemampuan komputasi melalui berbagai
waktu danbeberapa organisasi,
seperti GE GEISCO, Anak
perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS
Nasional, Data Dial, Bolt, dan
Beranek And Newman.
Tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi
mulai menawarkan
VPN layanan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding
pelayanannya, tapi dengan
biaya yang
lebih
rendah. Karena merasa cocok dengan hal
tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan
server, mereka dapat menggunakan bandwidth jaringan
secara keseluruhan. Lalu
menggunakan simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara
penyedia
dan pengguna yang saling
bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas
iniuntuk
menutup server serta infrastruktur jaringan.
Sejak Tahun
2000, Amazon sebagai peran
penting dalam semua pengembangan cloud
computing dengan memodernisasi pusat data, seperti jaringan komputer
yang menggunakan sesedikit 10% dari
kapasitas mereka pada satu
waktu. Setelah menemukan asitektur
awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim kecil
untuk memberi makan dengan dua
pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan cepat dan lebih
mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan
produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternal dan meluncurkan Amzaon Web Service (AWS) tahun
2006.
Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi yang pertama open
source, AWS API Platform yang
kompatibel menyebarkan awan
swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah
didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan
pada penyediaan jaminan kualitas layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk
infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS
Eropa Proyek yang didanai Komisi.
Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan
untuk membentuk hubungan
antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang
beralih dari perangkat keras milik
perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis
model sehingga pergeseran
diproyeksikan
untuk komputasi.....akan menghasilkan pertumbuhan
dramatis
dalam produk
IT di beberapadaerahdan pengurangan yang signifikan di daerah
lain.”.
Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling penting.
Tahun 1960
John McCarthy, Pakar Komputasi dan kecerdasan buatan dari MIT. “Suatu
hari nanti, komputasi akan menjadi
Infrastruktur publik seperti halnya listrik dan telepon.”[7] Ini adalah sebuah ide yang mengawali suatu bentuk komputasi yang kita kenal dengan
istilah
Komputasi awan.
Tahun 1995
Larry Ellison, pendiri perusahaan Oracle. “Network
Computing” Ide ini sebenarnya cukup unik
dan sedikit menyindir perusahaan
Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus "menanam" berbagai perangkat lunak kedalam PC pengguna, mulai dari sistem operasi hingga
perangkat lunak lainya. Cukup dengan koneksi dengan server dimana akan disediakan
sebuah environment yang mencakup berbagai kebutuhan PC
pengguna.
Pada era ini juga
wacana “Network Computing” cukup populer. Banyak
perusahaan yang menggalang sistem ini contohnya Sun
Mycrosystem dan Novell Netware. Disayangkan
kualitas
jaringan
komputer
saat itu masih belum memadai, penggunapun cenderung memilih PC karena cenderung lebih cepat.
Akhir Era -90
Lahir
konsep ASP (Application Service Provider) yang
ditandai dengan kemunculan perusahaan
pusat pengolahan data. Ini
merupakan sebuah perkembangan pada
kualitas jaringan
komputer.
Akses untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Tahun 2000
Marc
Benioff,
mantan wakil presiden
perusahaan Oracle. “salesforce.com” ini merupakan
sebuah perangkat lunak CRM
dengan basis SaaS (Software as a Service). Tak disangka gebrakan
ini mendapat tanggapan hebat. Sebagai
suksesor dari visi Larry Ellison,
boss-nya. Dia memiliki sebuah misi yaitu
“The
End of Software”.
2005 -
Sekarang
Cloud Computing sudah semakin meningkat popularitasnya, dari mulai penerapan
sistem,
pengunaan nama, dll. Amazon.com dengan EC2
(Elastic Computer
Cloud); Google dengan Google App.
Engine; IBM dengan Blue Cord Initiative; dsb. Perhelatan cloud computing meroket sebagaimana berjalanya waktu. Sekarang, sudah banyak
sekali pemakaian sistem komputasi itu, ditambah
lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan komputer dan beragamnya gadget yang ada. Contoh dari pengaplikasianya adalah EverNote, Dropbox, Google Drive, Sky Drive, YouTube, Scribd,
dll.
Dari
penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak
manfaat yang bisa
kita ambil dari cloud computing, yaitu :
Skalabilitas, yaitu dengan
cloud computing kita
bisa menambah
kapasitas penyimpanan
data kita tanpa perlu membeli peralatan tambahan,
misalnya hardisk dll. Kita cukup
menambah kapasitas yang disediakan oleh
penyedia
layanan cloud computing.
Aksesibilitas, yaitu kita bisa
mengakses
data kapanpun dan dimanapun kita berada,
asal kita terkoneksi dengan koneksi internet, sehingga
memudahkan kita mengakses data disaat yang
penting.
Keamanan, yaitu data
kita bisa terjamin
keamanan nya oleh penyedia layanan cloud
computing, sehingga
bagi perusahaan yang berbasis
IT, data bisa disimpan secara
aman di penyedia cloud computing. Itu juga
mengurangi biaya yang diperlukan untuk
mengamankan data perusahaan.
Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa
harus mengirimkan project mereka
secara langsung ke perusahaan,
tapi user bisa
mengirimkan
nya lewat penyedia
layanan
cloud computing.
Kecemasan, ketika terjadi bencana
alam data milik kita tersimpan
aman di cloud, meskipun hardisk
atau gadget kita mengalami kerusakan.
Infrastructure as a Service (IaaS)
Infrastructure as a
Service adalah
layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur
IT berupa CPU, RAM, storage,
bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen
tersebut digunakan untuk
membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem operasi
dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah
tidak
perlu membeli
komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi
komputer virtual juga bisa
diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage hampir penuh,
storage bisa ditambah
dengan segera. Perusahaan yang menyediakan IaaS
adalah Amazon EC2, TelkomCloud
dan BizNetCloud.
Platform as a Service (PaaS)
Platform as
a Service adalah layanan
yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah
terdapat sistem operasi, database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan
aplikasi yang telah dibuat. Perusahaan
yang
menyediakan layanan tersebutlah yang bertanggung jawab
dalam pemeliharaan
computing
platform ini. Keuntungan layanan PaaS
ini
bagi pengembang adalah mereka bisa fokus
pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang
pemeliharaan dari computing platform. Contoh penyedia
layanan
PaaS adalah Amazon Web
Service dan Windows Azure.
Software
as
a Service (SaaS)
Software as a Service adalah layanan komputasi awan
dimana kita bisa
langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan
platform yang
menjalankan aplikasi tersebut.
Contoh layanan aplikasi email yaitu Gmail, Yahoo dan Outlook
sedangkan contoh
aplikasi media sosial adalah Twitter, Facebook,
dan Google+. Keuntungan dari layanan
ini adalah
pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk
mengakses
aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung
ke internet. Ada juga
aplikasi yang
mengharuskan pengguna untuk berlangganan agar bisa mengakses
aplikasi
yaitu
Office 365 dan
Adobe Creative Cloud.
Metode atau Cara Kerja Komputasi Awan
Berikut
merupakan cara kerja penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan
teknologi cloud computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal tidak lagi harus
menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan
aplikasi yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak
untuk setiap komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu
aplikasi[8]. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) menangani mereka sebagai
gantinya. Server ini yang akan menjalankan
semuanya aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata (word processor), sampai program
analisis data yang kompleks.
Ketika
pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website populer, banyak hal yang
bisa terjadi. Pengguna Internet
Protokol (IP) misalnya dapat digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada
(geolocation). Domain
Name System (DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster
server yang dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan
dalam bahasa lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka
login
ke layanan mereka menggunakan id sesi atau cookie
yang telah didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat
pada browser biasanya datang dari web server. Webservers menjalankan
perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk
mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain)
Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses
oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari database
server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah
diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses
global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.
Web
service telah memberikan mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat
service-oriented architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah
untuk mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan protocol-
independent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak yang dikemas
sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik, modul mandiri yang menyediakan
fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa lainnya. Kematangan web service telah
memungkinkan penciptaan layanan
yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.
Implementasi Komputasi Awan
Ada
tiga
poin utama yang diperlukan dalam implementasi cloud
computing,
yaitu :
Computer front-end
Biasanya merupakan
computer
desktop biasa.
Computer back-end
Computer back end
dalam skala besar biasanya berupa server computer
yang dilengkapi dengan
data center dalam rak-rak
besar. Pada umumnya computer back end harus mempunyai kinerja
yang tinggi, karena
harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.
Penghubung antara keduanya
Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja,
khususnya dalam bidang
pemerintahan.
E-Goverment dapat membantu para staff di bidang
pemerintahan
untuk memberikan
pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat.
Pemerintah dalam negara Indonesia telah menggunakan cloud computing. Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan sumber informasi.
Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah
menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa
alih daya pengelolaan TIK
untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk
dapat mewujudkan percepatan
e-government, karena memungkinkan pengguna
pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan dan tidak
dipusingkan dengan konfigurasi
maupun pemeliharan perangkat
teknologi informasi.[butuh rujukan]
Setelah penjabaran definisi singkat
diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut
manfaat manfaat yang dapat dipetik
lewat teknologi berbasis sistem cloud.
1. Semua
Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data
secara terpusat di satu
server berdasarkan layanan
yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud
Computing
itu
sendiri. Selain
itu,
pengguna juga tak perlu
repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center,
media penyimpanan/storage dll karena semua
telah tersedia secara
virtual.
2. Keamanan
Data
Keamanan
data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh
penyedia
layanan
Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan
ISO, data pribadi, dll.
3. Fleksibilitas
dan Skalabilitas
yang Tinggi
Teknologi Cloud
menawarkan
fleksibilitas
dengan kemudahan data akses,
kapan dan dimanapun kita
berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain
itu,
pengguna dapat dengan mudah meningkatkan
atau
mengurangi kapasitas
penyimpanan data
tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan
salah satu praktisi IT kenamaan
dunia, mendiang
Steve Jobs mengatakan bahwa
membeli memori fisik
untuk menyimpan
data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4. Investasi Jangka Panjang (Long-term investment)
Penghematan biaya akan pembelian inventaris
seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per
bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud
Computing.
Biaya royalti atas lisensi software
juga bisa
dikurangi karena semua
telah
dijalankan lewat komputasi berbasis
Cloud.
Penerapan Cloud
Computing
telah dilakukan
oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti
Google lewat aplikasi Google Drive,
IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem
operasi nya yang berbasis
Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan
teknologi Cloud
juga dapat dilihat melalui penggunaan
Point of Sale/program kasir.
Salah satu perusahaan yang
mengembangkan produknya berbasis dengan
sistem Cloud adalah
DealPOS. Metode kerja Point of
Sale (POS) ini adalah dengan
mendistribusikan
data penjualan toko retail yang telah diinput oleh
kasir ke pemilik
toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada. Selain itu,
perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud
ini
melalui Telkom Cloud
dengan program Telkom VPS
dan Telkom Collaboration yang
diarahkan untuk pelanggan UKM
(Usaha Kecil- Menengah).
Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem Cloud
bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data.
Sistem ini memungkinkan
pengguna untuk login ke
internet yang tersambung ke
program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media
penyimpanan data dan
juga instruksi/perintah
dari pengguna disimpan
secara virtual melalui
jaringan
internet kemudian perintah
– perintah tersebut
dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah
perintah diterima
di server aplikasi kemudian data diproses
dan pada proses final pengguna akan disajikan
dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen
dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun
Google
Mail. Data di beberapa
server diintegrasikan
secara global tanpa harus
mengunduh software untuk
menggunakannya.
Pengguna hanya memerlukan koneksi
internet dan semua data
dikelola langsung
oleh Yahoo dan juga Google.
Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada
di komputer tetapi
terintegrasi secara langsung
melalui sistem Cloud menggunakan
komputer yang terhubung ke internet.
Berikut adalah penjelasan singkat
tentang Cloud Computing, sistem yang telah mendunia yang dapat membantu perusahaan atau
organisasi dalam efisiensi penyimpanan data. Beberapa
faktor seperti ketersediaan internet yang dibutuhkan sebagai jalur utama dalam distribusi data,
kualitas
vendor akan layanan
sistem Cloud maupun masalah keamanan
dan privasi seperti serangan peretas/hacker dalam meretas internet patut menjadi pertimbangan
tersendiri sebelum anda
beralih ke sistem Cloud.
Selain vendor yang harus
meningkatkan kualitas pelayanan
mereka,
pengguna juga diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih kualitas vendor yang akan
mereka
gunakan untuk mengelola data berbasis Cloud
Computing.
Masalah-masalah yang
dihadapi
Dunia komputasi awan merupakan dunia
baru karena tidak semua orang mengetahui
teknologi baru tersebut. Karena
masih baru tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke
dunia luar. Contohnya komputasi awan
merupakan sarana penyimpanan data
melalui jaringan internet maka internet wajib bagi
pemakai komputasi awan
apabila terjadi masalah
dalam internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat karena proses yang
terlalu lama. Masalah lain
adalah jika suatu perusahaan menggunakan komputasi
awan dalam penyimpanan
datanya maka akan sangat tergantung pada vendor (penyedia layanan
komputasi awan)
karena perusahaan tersebut tidak mempunyai server
langsung dalam komputasi awan dan juga apabila vendor mempunyai layanan backup
yang
buruk atau server pada vendor rusak akan menyebabka kerugian besar pada
perusahaan tersebut karena semua
data yang tersimpan pada
vendor akan mengalami masalah.
Jika ingin menggunakan komputasi awan juga
harus tersedia bandwidth yang besar
karena data yang keluar masuk
dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan
bandwidth yang berukuran besar agar mampu menampung
data yang ditransfer. Masalah
keamanan dan privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu
data dalam internet maka itu
bisa dilihat oleh masyarakat luas
apabila data tersebut sangat
rahasia maka bisa
menyebabkan kefatalan
dalam mengelola
sesuatu. Selain itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena
masih barunya teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data
dalam internet. Masalah
lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak
para peretas yang muncul dari berbagai dunia dalam meretas
internet membuat vendor harus berhati-hati dalam mengelola
sumber daya yang
dipakai dalam komputasi awan.
Contoh Komputasi Awan
1. Google Drive.
Google Drive adalah layanan penyimpanan daring yang dimiliki Google, Inc. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian
Google Drive adalah layanan penyimpanan daring yang dimiliki Google, Inc. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian
Storage. Penyimpanan
file
di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses
file tersebut
kapanpun
dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smart phone. File tersebut juga
dapat
dengan
mudah dibagikan
dengan orang
lain
untuk berbagi pakai ataupun
melakukan kolaborasi dalam
pengeditan.
Fitur-fitur yang dimiliki Google Drive:
- Penyimpanan gratis sebesar 5GB
Google Drive
memberikan fasilitas penyimpanan sebesar 5 GB (gigabyte) kepada penggunanya
dengan
cuma-cuma untuk menyimpan dokumen, baik berupa
gambar, video, musik, ataupun file-file lain.
- Memungkinkan
membuat dokumen
Pada fitur ini Google Drive
memungkinkan para penggunanya untuk
membuat dokumen, seperti
mengolah data, mengolah
angka, membuat presentasi, form
dan dokumen lainnya.
- Berbagi file
Google Drive
memudahkan untuk
berbagi file dengan
orang lain, dan
juga
memudahkan orang lain untuk
melakukan pengeditan
terhadap file yang
kita
buat.
- Terintegrasi dengan layanan
Google lainnya
Para pengguna
layanan
Google lainnya akan merasakan
kemudahan dalam memanagement
file
dari Google Drive. Karena Google Drive
secara otomatis terintegrasi dengan
layanan
google lainnya.
- Fasilitas pencarian
Google Drive
memberikan layanan pencarian
yang
lebih
baik dan lebih cepat
untuk para penggunanya dengan menggunakan kata
kunci tertentu. Google Drive juga
dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.
- Menampilkan
berbagai file
Lebih dari 30
type file yang
dapat
dibuka dan ditampilkan oleh
Google Drive, termasuk
file video, file image, dan lain-lain
tanpa
mengharuskan
pengguna untuk
mengunduh dan menginstal
software
yang
sesuai dengan tipe
atau ekstensi file tersebut.
- Menjalankan aplikasi
Google Drive
juga
mempunyai kemampuan untuk
membuat, menjalankan dan
membagi file aplikasi favorit
yang
dimiliki oleh pengguna.
2.
Windows Azure
Windows Azure adalah sistem operasi yang
berbasis komputasi awan, dibuat
oleh perusahaan
IT terkenal bernama Microsoft untuk mengembangkan dan
mengatur aplikasi serta
melayani sebuah
jaringan global dari Microsoft Data Centers.
Windows Azure
yang mendukung berbagai macam bahasa dan
alat pemograman. Sistem operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.
Adapun fitur-fitur Windows Azure:
- Layanan Infrastruktur
Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan
skala
yang sesuai dengan
kebutuhan. Baik
dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan
aplikasi yang
telah
disediakan.
- Kembangkan dan
Lakukan Percobaan
Windows Azure memungkinkan pengguna
untuk melakukan
pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan
pada aplikasi tersebut secara
cepat.
- Big Data
Windows Azure
menyediakan
kapasitas
data
yang
besar.
Kapasitas ini didukung
oleh Apache
- Aplikasi Mobile
Windows Azure memberikan
kemudahan
dalam
pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang
telah
dibuat dan dapat
langsung dimasukan
ke penyimpanan komputasi awan.
- Media
Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk
mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana
bisa menampilkan
media dari Adobe
Flash, Android, iOS, Windows, dan
platform
lainnya
- Aplikasi Web
Windows Azure menawarkan
keamanan
dan fleksibilitas
pengembangan, penyebaran, dan
pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.
- Penyimpanan, Pencadangan, dan
Pemulihan
Windows Azure
menyediakan
penyimpanan, pencadangan, dan
solusi pemulihan data apapun.
- Identitas dan Manajemen Akses
Windows Azure Active Directory
memberikan layanan pengamanan
pada identitas
perusahaan. Serta
melakukan manajemen pada banyak pengguna
di sebuah perusahaan.
- Integrasi
Windows Azure memperbolehkan pengguna
untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat,
mitra
ke perangkat lokal dan ke awan.
- Manajemen
Data (Data Management)
Windows Azure
menyediakan
solusi yang tepat
untuk kebutuhan data pengguna.
Komentar
Posting Komentar