Definisi Total Cost, Fixed Cost, Variable Cost, Average Total Cost, Marginal Cost, dan Opportunity Cost
Apa pengertian dari
Total Cost, Fixed Cost, Variable Cost, Average Total Cost, Marginal Cost, Opportunity Cost, dan Sunk Cost?
1. Biaya Total (Total Cost) / TC
Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang
dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.
Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
TC = FC + VC
Dimana FC adalah
Fixed Cost dan VC merupakan Variabel Cost.
Contoh:
Diketahui:
FC = Rp 360.000,00
VC = Rp 240.000,00
Ditanya: TC = …
Jawab:
TC = FC + VC
= 360.000 + 240.000
= 600.000
2. Biaya Variabel (Variabel Cost) / VC
Biaya variabel merupakan biaya yang berubah secara linier
sesuai dengan volume output operasi perusahaan. Sebagai contoh adalah biaya tagihan
listrik bulanan, biaya iuran sekolah
bulanan, biaya kuliah per semester, dan biaya
pengeluaran untuk upah dan bahan baku.
Biaya variabel dihitung
dari penurunan rumus menghitung biaya total, yaitu:
TC = FC + VC atau VC = TC - FC
Contoh:
Diketahui: FC = 240.000
TC = 480.000
Ditanya: VC =?
Jawab:
TC = FC + VC
= 480.000 = 240.000
+ VC
VC = 480.000 – 120.000
= 360.000
3. Biaya Tetap (Fixed Cost) / FC
Biaya tetap merupakan biaya yang tidak berubah, tetapi mengikuti tingkat produksi. Sebagai contoh adalah biaya pemeliharaan pabrik dan biaya asuransi, biaya
abonemen telepon bulanan. Biaya tetap dapat dihitung sama seperti biaya
variabel, yaitu dari penurunan rumus menghitung biaya total. Penurunan rumus
tersebut, adalah:
TC = FC + VC atau FC = TC – VC
Contoh:
Diketahui: VC = 900.000
TC = 150.000
Ditanya: FC =?
Jawab:
TC = FC + VC
150.000= FC + 900.000
FC = 900.000 – 150.000
= 750.000
4. Biaya Total Rata-Rata (Average Total Cost) / ATC
Biaya total rata-rata merupakan biaya yang apabila biaya
total (TC) untuk memproduksi sejumlah barang tertentu (Q) dibagi dengan jumlah
produksi oleh perusahaan. Biaya total rata-rata dapat dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut,
ATC = AFC + AVC
Contoh:
Diketahui: TC = 360.000 Q = 3
AFC = 200.000 AVC = 160.000
Ditanya: ATC = …
Jawab:
ATC = ATC = AFC + AVC
= atau = 110.000 + 130.000
= 240.000 = 240.000
Dengan menggunakan kedua rumus di atas, maka telah diketahui
bahwa hasilnya adalah sama, yaitu Rp 240.000,00.
5. Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost) / AVC
Biaya variabel rata-rata adalah biaya yang apabila biaya variabel (VC)
untuk memproduksi sejumlah barang
(Q) dibagikan dengan jumlah produksi tertentu. Biaya
variabel rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut,
yaitu:
AVC = ATC - AFC (lihat contoh yang terdapat di atas)
6. Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost) / AFC
Biaya tetap rata-rata (AVC) adalah biaya yang apabila biaya tetap (FC) untuk memproduksi sejumlah barang
tertentu (Q) dibagi dengan jumlah produksi tersebut. Biaya tetap rata-rata
dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
AFC = ATC - AVC (lihat contoh diatas)
7. Biaya Marginal (Marginal Cost) / MC
Biaya marginal merupakan kenaikan biaya produksi yang
dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit keluaran tambahan. Marginal cost (MC) adalah turunan pertama dari TC atau C.
Biaya marginal dapat juga dikatakan sebagai biaya
pertambahan (incremental cost). Biaya marginal merupakan kenaikan biaya produksi
yang dikeluarkan untuk menambah produksi sebanyak satu unit keluaran tambahan.
Biaya marginal dapat dihitung dengan menggunakan
rumus:
MC = TC’ = dTC / dQ
Contoh:
C = 9 + 3Q + Q3
MC = …
Jawab :
MC = C’
= 6 + 3Q
Maka, TC minimum tercapai pada saat MC = 0 dan MC minimum tercapai pada saat
MC’ = 0.
8. Biaya Kesempatan (Opportunity Cost) / OC
Biaya kesempatan merupakan biaya atas kesempatan yang
dilepas dengan tidak menempatkan sumber daya perusahaan pada nilai pemanfaatan
tertingginya atau merupakan pendapatan biaya yang dikorbankan sebagai akibat
kita memilih alternatif tertentu.
Contoh:
Apabila Faris mengikuti pendidikan kuliah hingga selesai di Universitas BSI, maka pendapatan yang diperkirakan
adalah Rp 1.000.000,00/bulan.
Sedangkan apabila Faris tidak kuliah dan Faris memutuskan untuk meneruskan usaha ayahnya,
maka pendapatan yang diperkirakan adalah Rp 5.000.000,00. Bila akhirnya memilih meneruskan usaha ayahnya maka
biaya kesempatan yang dikorbankan Faris adalah Rp 1.000.000,00.
9. Biaya Terbenam (Sunk Cost).
Biaya terbenam merupakan biaya/pengeluaran
yang apabila sudah dikeluarkan tidak dapat diperoleh kembali. Biaya ini terjadi
apabila terdapat perbedaan antara nilai buku dari suatu asset (misalnya mesin-mesin
produksi) dengan nilai
sebenarnya ketika asset tersebut dijual. Perbedaan dimana nilai jual asset
sebenarnya lebih rendah dari nilai buku juga dapat disebut sebagai biaya
terbenam.
Walaupun demikian, kondisi
ini diharapkan tidak mempengaruhi kebijakan untuk penggantian mesin-mesin yang
didasarkan pada biaya-biaya yang sebenarnya.
Sebagai contoh
dijelaskan dibawah ini.
Pada tahun kelima penggunaan suatu mesin mempunyai nilai
buku secara akuntansi sebesar Rp 50.000.000.
Tetapi, nilai jual sebenarnya ternyata hanyalah Rp 10.000.000.
Perbedaan sebesar Rp 40.000.000
tersebut adalah biaya terbenam yang seharusnya tidak mempengaruhi keputusan
penggantian mesin tersebut dengan mesin yang lebih efisien pada tahun kelima
pemakaian mesin tersebut.
Komentar
Posting Komentar